Membaca buku, bagi seorang penulis resensi, berujung pada sebuah tulisan yang mengurai isi buku itu. Resensi itu kemudian disiarkan. Ada yang menyiarkannya di situs pribadi, tapi ada juga mengirimkannya ke media massa. Bila dimuat, sang penulis akan mendapat imbalan jasa penulisan dari koran tersebut.
Nah, antara media massa satu dan lainnya beda-beda memberi honorarium. Berikut ini adalah daftar honorarium sebagian media massa yang memiliki halaman resensi buku:
1. MBM Tempo Rp 500.000
2. Harian Kompas: (a) Reguler/Edisi Minggu: Rp 500.000; (b) Pustakaloka: Rp 1.000.000
3. Harian Media Indonesia: (a) Utama: Rp 500.000; (b): Kolom kecil/ringkas: Rp 150.000
4. Harian Jawa Pos: Rp 450.000
5. MBM Gatra: Rp 500.000
6. Harian Seputar Indonesia: Rp 300.000
7. Harian Koran Jakarta: Rp 300.000
8. Harian Koran Tempo: Rp 500.000
9. Harian Sinar Harapan: Rp 145.000 (GM-seperti diinformasikan anggota Syarekat Buku yang berpengalaman meresensi buku di koran: Damhuri Muhammad, Hernadi Tanzil, Nur Mursidi)
* Kepada pembaca: jika ada informasi honorarium resensi dari koran-koran lain selain yang di atas, redaksi gembira sekali dan senang hati memperbarui daftar honorarium di atas. Terimakasih. (sumber: www.indonesiabuku.com)
written by asharfanwar at 09:24
comment me..!!! Permalink
Pengalaman mengajarkan banyak hal. Dari pengalaman, asumsi terbentuk dan persepsi tercipta. Dua hal yang teramat sulit dihapus jika selalu terulang dan terulang lagi sehingga melekat menjadi CITRA DIRI.
Nah jika GPS itu menyampaikan pesan bahwa Si Anu Berada di sekitar Jln. Melati, Kecamatan N, Kabupaten O, Provinsi P, yang terbaca adalah Si Anu Berada di Komplek Muara Karang, Kecamatan A, Kabupaten B, Provinsi C.
Kalau sudah seperti ini, siapa yang salah dan apa yang harus dijelaskan? Dan yang lebih penting lagi, bagaimana cara merubah CITRA DIRI yang udah terlanjur nempel di jidat?
Atau, justru kita harus bertindak sporadis dan tidak teratur sehingga tidak bisa menjadi citra diri? Walah...jangan-jangan nanti malah dicitrakan sebagai figur yang pecicilan dong. You can run but you cant change.
written by asharfanwar at 22:12
comment me..!!! Permalink
Ini mungkin lebih dari sekadar kesadaran biasa. Main di comberan yang jauh berbeda makin menguatkan bahwa penampilan memang sangat mempengaruhi persepsi orang. Buktinya siang ini.
Menerabas hujan dan tiba di sebuah acara dalam keadaan celana basah jelas enggak banget. Walau pakai raincoat yang mahal sekalipun, dengan hujan deres gila kayak gitu pasti ngerembes-ngerembes dikit lah.
Apalagi kalau tetamu yang dateng muka Good Year atau Bridgestone semua. Bagaimana mungkin ketemu dan ngobrol dengan orang-orang sekelas the king of beauty-maker Martha Tilaar, nyang punye Jakarte Tuti Foke, chief APPMI Bang Kusuma, termasuk chic designer Lenny Agustin. Jelas ga pede bahkan untuk sekadar salaman dengan mereka. Lha wong absen masuk ruangan aja berasa semua mata melotot.
Jadi inget pesan singkat dari Uda Darlis, tukang jahit rekomendasi ibu mertua. "Pak Har, Bleser-nya udah selesai. Trims".
Yaahhh, walau salah juga nyebut huruf "Z", lumayan lah untuk nambal sulam biar agak formil dikit. Meskipun siang itu ga kebawa jg.!!!
written by asharfanwar at 21:44
comment me..!!! Permalink
Tak selamanya kesempurnaan itu menjadi idaman bagi setiap orang. Terutama jika dikaitkan dengan mepetnya tenggat waktu yang ditentukan. This one is I know for sure. As a matter of fact, I live with this term.
Yang sulit diterima adalah, bagaimana menurunkan standar kesempurnaan. Mengompromikan benak, mental, dan isi hati dengan kenyataan ternyata tidak semudah bikin telor ceplok.
Padahal, hasil akhir membuktikan bahwa dengan mengurangi standar ini, tak banyak yang harus dikorbankan. Waktu istirahat jadi lebih banyak dan rencana kerja juga menjadi tidak terpangkas. Yang penting, semua orang senang.
The lesson is, perfection demand a great thing of planning and capability. Without them, prepare your heart and "BERSYUKUR".
**Untuk adikku..Sering-sering main. Our home is your home too.
written by asharfanwar at 11:08
comment me..!!! Permalink
Then Almitra spoke again and said, And what of Marriage, Master?
And he answered saying:
You were born together, and together you shall be forevermore.
You shall be together when the white wings of death scatter your days.
Ay, you shall be together even in the silent memory of God.
But let there be spaces in your togetherness,
And let the winds of the heavens dance between you.
Love one another, but make not a bond of love:
Let it rather be a moving sea between the shores of your souls.
Fill each other's cup but drink not from one cup.
Give one another of your bread but eat not from the same loaf.
Sing and dance together and be joyous, but let each one of you be alone,
Even as the strings of a lute are alone though they quiver with the same music.
Give your hearts, but not into each other's keeping.
For only the hand of Life can contain your hearts.
And stand together yet not too near together:
For the pillars of the temple stand apart,
And the oak tree and the cypress grow not in each other's shadow.(Kahlil Gibran on Marriage)
Inspired from fashion show by May May Bridal at Shangri-La, Jakarta, mid-Maret 2009.
written by asharfanwar at 22:30
comment me..!!! Permalink
Untuk sedikit menyegarkan mata biar melek, pgn cerita dikit kalau kemarin habis panen cabe! dari sebatang pohon yg gw tanem di depan rumah, mungkin dapet sekitar sekepalan tangan penuh.
Ke Pie, yg kebetulan ada di rumah gw bilang: "Ada ga ya segini itu 100 ons" (sembari nunjukin tuh cabe!)
Lah Pie-nya malah ngakak: "1 ons itu 100 gram. Lah kalau 100 ons berarti 1000 gram alias 1 kg)
Tapi ini jadi menarik. Karena, ketentuan ukuran ini ternyata bisa ditentukan oleh setting geografis.
Nah, di bawah ini ada keterangan dari Klaas VILLANUEVA, yang kalau enggak salah guru besar di Dept. of Geodetic Engineering ITB.
Inggris memang dipakai Pound dan Ounce, sedangkan dalam satuan ukuran
Belanda dipakai satuan Pond dan Ons yang tidak sama. Ukuran moderen Pond dan
Ons sudah lama dikaitkan dengan ukuran metrik kg. Contohnya dalam kamus
Belanda "van Dale's Handwoordenboek der Nederlansche Taal (1948)" jelas
tercantum 1 Pond = 500 gram dan 1 Ons = 1 hectogram = 0,1 kg (=100 gram).
Dalam Longman Dictionary of Contemporary English (1978) 1 Pound = 0,4536 kg
dan 1 Ounce = 28,35 g, jadi memang tidak sama. Dalam kamus Poerwadarminta
(Balai Pustaka; 1976) jelas tercantum ons : 0,1 kg dan pon : 1 ukuran berat (= 0,5 kg). Saya kira tidak dipertanyakan lagi bahwa kita mewarisi satuan ukuran Belanda walaupun kita tahu bahwa satu ukuran Inggris lafalnya hampir sama,
tapi beda dalam beratnya. Pond Belanda diterjemahkan pon dan Ons Belanda tetap ons.
Salam,
Klaas Villanueva
Tapi tetep, gw salah juga siiiiiihhhhhhhhhhh................hehehehehe....
Ini dia gambar cabe kontroversi itu. =P

written by asharfanwar at 15:58
comment me..!!! Permalink
Nikmatnya meledak-ledak
Karyawan #1: "Eh, bos kita besok ulang tahun ya?"Karyawan #2: "Oiya, biasanya ada makan siang gratis lho di kantor."
Karyawan #1: "Waah, asik dong! Biasanya makan siang apa?"
Karyawan #2: "Kalo tahun lalu sih nasi gegana gitu..."
Didengar karyawan lain yang langsung mempertimbangkan alasan untuk absen besok.
Mama lihat bagian mananya sih?
Anak: "Mama, itu patung yang gak pake baju namanya apa ma?"Ibu: "Oooh, itu namanya patung pancuran."
Anak: "Kok pancuran gak ada airnya?"
Ayah: "Pasti gak ada airnya. Itu bukan pancuran tapi pancoran!"
Didengar oleh mertua yang agak merasa menyesal memilih menantu.
(http://ngupingjakarta.blogspot.com/)
written by asharfanwar at 15:35
comment me..!!! Permalink
Bagaimanakah menerapkan defensive driving? Berikut ini 10 pedoman yang
harus kita camkan karena seringkali menimpa pengendara yang tidak
menerapkannya.
1. Jangan pernah lengah.
Berkendara memang harus rileks, tetapi harus selalu waspada. Monitor
terus kendaraan dan objek-objek di sekitar Anda. Tidak hanya yang jauh
di depan, pantau juga yang di belakang, kiri dan kanan melalui
kaca-kaca spion.
2. Patuhi marka jalan dan traffic light.
Sesuaikan laju mobil Anda dengan informasi yang terpampang di tepi
jalan. Dan hati-hati saat melintasi persimpangan. Bila lampu merah
menyala, tak usah menerobos. Berhentilah di belakang garis putih.
3. Jangan terpancing pengendara ugal-ugalan.
Jika bertemu dengan pengendara ugal-ugalan, lebih baik mengalah.
Biarkan mereka lewat lebih dulu, karena yang paling mengerikan adalah
kita tidak tahu bagaimana kondisi si pengendara. Jangan-jangan, dia
sedang emosi, atau bahkan sedang mabuk.
4. Jangan emosi.
Seandainya pun ada yang nyalip, atau seseorang tiba-tiba membunyikan
klakson berkali-kali, tetaplah tenang. Ada berjuta-juta alasan yang
bisa Anda cari untuk tidak marah dan menghindari bahaya yang mengintai
keselamatan Anda sendiri.
5. Jangan percaya pada pengendara lain.
Meskipun pada dasarnya semua pengendara ingin selamat, sebaiknya jangan
percaya bahwa mereka juga akan menjamin keselamatan kita. Tetaplah
bersikap hati-hati.
6. Gunakan safety belt.
Tak usah khawatir kemeja atau celana menjadi kusut akibat tertekan
safety belt. Yang harus kita pikirkan, perangkat yang mungkin
mengurangi kerapihan pakaian kita ini akan membuat kita selamat dan
tetap hidup saat terjadi kecelakaan. Bagi pengendara sepeda motor,
gunakan helm dengan benar.
7. Gunakan lampu sign untuk komunikasi pada sesama pengendara.
Pastikan cahayanya terang. Jika akan berbelok, sama sekali tidak sulit
untuk menyalakan lampu sign agar pengendara lain tahu Anda akan
berbelok.
8. Singkirkan benda-benda yang berpotensi mengganggu konsentrasi berkendara.
Kewaspadaan juga harus kita bangun dengan menciptaan lingkungan yang
membantu konsentrasi berkendara. Bahkan, bila ada telpon masuk
handphone saat Anda tengah mengemudi, tidak perlu diangkat dulu karena
bisa mengganggu konsentrasi.
9. Jangan minum minuman memabukkan.
Karena kesadaran sangat penting, hindari minum-minuman memabukkan.
Bahkan, jika minum obat yang menimbulkan kantuk, sebaiknya kita tidak
berkendara.
10. Lebih baik menunggu kereta lewat.
Ini biasa terjadi di persimpangan lintasan kereta. Banyak pengendara
menduga-duga kereta masih jauh ketika sinyal tanda kereta akan lewat
sudah berbunyi. Menunggu beberapa menit jauh lebih baik.
Anda mungkin punya pengalaman dan saran lain yang berguna bagi para
pembaca tips and trick AstraWorld. Kami persilakan untuk memperpanjang
daftar ini. (AstraWorld)
written by asharfanwar at 17:50
comment me..!!! Permalink
Kepada Yth.
Staf Redaksi Seluruh Media se-Nusantara
di
Tempat
Dengan Hormat,
Saya memiliki sebuah notebook dengan merek yang sudah terkenal. Karena masa garansinya telah lewat lebih dari dua tahun, saat notebook ini rusak saya menitipkannya untuk service di Sigma Computer di Ruko Pamulang.
Dari pemilik SigmaCom yang bernama Haryadi, saya mendapat tawaran untuk mengganti mainboard dengan waktu penggantian antara 1-2 bulan. Habis masa 2 bulan, yaitu bulan Januari 2009, notebook ternyata masih dalam keadaan rusak. Menurut Haryadi, stok mainboard tidak tersedia.
Haryadi kemudian menawarkan untuk mengganti hanya komponen yang rusak saja. Untuk itu, ia minta waktu 1 minggu guna mencari komponen yang dimaksud. Selang satu minggu kemudian, ternyata belum betul juga. Saya kembali dijanjikan akan selesai dalam waktu 3 hari. Janji inipun pada akhirnya diingkari dengan alasan sulit mendapat komponen yang dimaksud.
Saat itu saya masih bisa bersabar. Tapi karena sudah terlalu lama, saya minta notebook untuk dikembalikan. Haryadi menyanggupi dan minta waktu 2 hari. Tapi selang 2 hari, notebook belum bisa diambil. Haryadi juga terus minta waktu. Kadang 1 hari, 2 hari, 3 hari, atau 1 minggu. Tapi semua itu tidak pernah ditepati. Tak terhitung berapa kali saya menyambangi ruko maupun sekadar menelepon. Jawabannya tetap janji-janji palsu.
Suatu malam, saya datang ke ruko dan minta notebook dikembalikan saat itu juga. Setelah menunggu sampai pukul 10 malam, notebook saya memang kembali. Hanya saja, ini tidak dalam keadaan utuh. Satu keping RAM dan WLAN hilang, dan kabel charger sudah bukan yang asli. Karena itu, saya tidak membawa pulang notebooknya agar dilengkapi dahulu.
Dari sini, Haryadi kembali mengumbar janji-janji palsunya. Saya tidak habis pikir apa masalahnya. Padahal saya sudah merasa cukup bersabar. Kalau tidak bisa service, ya jangan diambil komponennya.
Sampai akhirnya kesabaran saya habis. Baru pada pertengahan Maret lalu, saya mengadukan masalah ini ke Polsek Pamulang dan bertemu dengan petugas jaga SPK bernama Ricky (saya tidak mencatat nama lengkapnya karena sudah sangat emosional). Tapi saya yakin beliau masih ingat kami karena saya bertengkar hebat dengan Haryadi yang sepertinya tetap tidak merasa bersalah.
Memang komponen-komponen notebook tadi tetap tidak kembali, tapi paling tidak saya sedikit legawa dan bisa bercerita di surat pembaca ini. Saya harap pengalaman ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun yang akan service notebook. Hati-hati dalam memilih tempat service.
written by asharfanwar at 09:50
see comment..!! Permalink
Jadi ibukota Paris adalah . . . ?
Teman #1: "Eh, emang produk perusahaan lo darimana asalnya?"
Teman #2: "Dari Paris dong! Eh, Perancis ... eh ... Paris itu sama gak sih sama Perancis?"
(KRL Bogor-Jakarta, didengar oleh penumpang yang ingin mendorong si teman #2 keluar di stasiun berikutnya.)
Walau gak lulus SD, cintaku tulus apa adanya . . .
Cowo lagi PDKT: "Hmm rumah kamu di jalan Bunga No. berapa ya?"
Cewe jual mahal: "kan udah dikasih tau... nomor 90-an."
Cowo lagi PDKT: "Ganjil apa genap?"
Cewe jual mahal: "Ganjil!"
Cowo lagi PDKT: "Hmm, 94? 96?"
(Halte Trans Jakarta Bundaran HI, didengar oleh calon penumpang yang ingin berdiri dan menyelamatkan si cewe)
Jadi bisa hemat waktu . . .
Mahasiswa #1: "Kalo mau beli komputer ntar aja nunggu prosesor yang terbaru, speed-nya bisa 4.3 Ghz! Cepet gila!"
Mahasiswa #2: "Emang yang sekarang rata-rata speed-nya berapa?"
Mahasiswa #1: "Palingan 2 - 2.5 Ghz."
Mahasiswa #2: "Wah, kalo pake yang 4.3 Ghz, nonton DVD 45 menit juga selesai yak?"
(Pusat perbelanjaan komputer di Sudirman, didengar oleh pengunjung lain yang berpikir kalau si mahasiswa #2 sudah saatnya di format ulang)
Kalau menurut Darwin sih . . .
Di dalam lift.
Cewe#1: "lo orang mau kemana abis kelas ini?"
Cewe#2 yang lagi bete: "lo orang...lo orang...kalo gw orang, lo apa? Monyet?"
===Dialog absurd di tengah kota Jakarta dari Nguping Jakarta===
written by asharfanwar at 19:30
comment me..!!! Permalink
| Next Page |



You're a smooth and silky suave type! You exude class and you believe in tradition. A classical taste who doesn't like things to be too flashy or showy. Climb the Eiffel tower of taste with a spoonfull of you! Oui Oui!